Kata Pengantar

Tiga puluh yang lalu, saya terpanggil untuk bisa melayani orang miskin. Karena saat itu saya melihat betapa miskinnya mereka-mereka yang tidak memiliki rumah, yang tinggal didaerah-daerah kumuh seperti kolong jembatan, dipinggir rel kereta api, dipinggir sungai, diatas tumpukan-tumpukan sampah, saya terpanggil untuk mereka, sebab saya melihat bahwa mereka itu berharga dimata Tuhan. Dan apabila saya mengasihi Tuhan, saya harus mengasihi orang-orang yang berharga dimata Tuhan, yaitu orang-orang miskin. Dan ketika saya memulai pelayanan itu, dimulai dari seorang pengemis saya tidak pernah pikirkan bahwa pengalaman itu akan berdampak secara nasional dan internasional seperti yang kami alami saat ini. Oleh sebab itu, Tahun 1991, Kami mulai mendirikan Yayasan Pondok Kasih sebagai bentuk pengabdian kami kepada Tuhan dengan menebar kasih kepada sesama.

 

 

Dr. Hana Amalia Vandayani Ananda, D.Min

Kerab disapa "Mama Hana"

Founder and President of Yayasan Pondok Kasih

 

Mengabdi Pada Negeri

Menebar Kasih Kepada Sesama

Hak Sipil menjadi hak esensial yang harus dimiliki oleh semua warga negara. Dengan bahu membahu menolong mereka yang membutuhkan menjadikan kita manusia yang seutuhnya. 

Pendidikan, juga merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Karena dengan pendidikan kita bisa membentuk Generasi Penerus bangsa untuk menjadi sosok luar biasa.

 

Mengabdi pada Negara, dengan Peduli pada sesama

Kebahagiaan Sejati Adalah 
Membahagiakan Orang Lain

Membina manusia seutuhnya, tubuh, jiwa dan rohnya  dengan
Program-program kami yang Holistik, Terintegrasi, Berkesinambungan 
dan Berdampak (HTBB) dengan 3 divisi utama Yayasan Pondok Kasih.

  • Divisi Kemanusiaan dan Kemasyarakatan
  • Divisi Kemitraan
  • Divisi Kerohanian

Sesungguhnya Kepuasan Sejati Adalah Dengan Menolong Orang Lain