bg_image
Komentar Dinonaktifkan pada Natal Persaudaraan Lintas Agama: Merayakan Kesatuan Di Tengah Keberagaman
Posted By

Melianus Hura

Natal Persaudaraan Lintas Agama: Merayakan Kesatuan Di Tengah Keberagaman

Natal selalu mengingatkan kita bahwa damai adalah anugerah Tuhan bagi seluruh umat manusia. Di tengah perbedaan agama, suku, budaya dan golongan, manusia tetap mendambakan ketentraman dan kedamaian. Semangat inilah yang diwujudkan pada Ibadah Perayaan Natal Persaudaraan Lintas Agama, Sabtu, 31 Januari 2026, yang diselenggarakan oleh Yayasan Pondok Kasih (YPK) dengan dukungan penuh GKPB “Masa Depan Cerah” (MDC) dan Taman Bhinneka Nusantara Creativity Center (NCC). Acara yang berlangsung khidmat di Gedung Gereja MDC, Putat Gede, Surabaya ini dihadiri oleh Ibu Maria Theresia Ekawati Rahayu (Ibu Yayuk) selaku Staf Ahli Walikota Bidang Politik dan Pemerintahan, jajaran pemerintah kota maupun provinsi (antara lain Pembimas 7 agama/kepercayaan serta perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik/Bakesbangpol), tokoh lintas agama, perwakilan universitas dan organisasi masyarakat, serta sekitar 900 orang dewasa dan 100 anak dari komunitas prasejahtera binaan YPK yang menjadi undangan utama dalam acara tersebut.Natal Lintas Agama di MDCPesan Natal disampaikan oleh Pdt. Arthur Siagian (Pendeta GKPB MDC), yang kemudian dilanjutkan dengan penyalaan Lilin Natal bersama sebagai simbol cahaya kasih, perdamaian dan persatuan bangsa. Semangat kebersamaan semakin terasa saat Komunitas Indonesia Merayakan Perbedaan (IMP) menggelorakan lagu “Indonesia Merayakan Perbedaan”, diiringi doa bersama tokoh lintas agama untuk kesejahteraan bangsa.Natal Lintas Agama di MDCDalam sambutannya, Ibu Indah Wati, Ketua YPK, menegaskan “Indonesia adalah keluarga besar. Saat umat Kristen merayakan Natal, kami mengundang saudara-saudari lintas agama agar sukacita ini dirasakan bersama” ungkapnya. Pdt. Andreas Rahardjo, Gembala Sidang MDC, mengingatkan pepatah Jawa “nek mripate padang, atine jembar” (jika mata bercahaya, hati akan luas), mestinya semua orang harus belajar toleransi dan kebersamaan yang kita lakukan hari ini”.Natal Lintas Agama di MDCBapak Syuhada Endrayono, Ketua Forum Beda tapi Mesra (FBM), menegaskan: “sesungguhnya kebersamaan kita hari ini adalah Indonesia sejati. Pancasila yang diawali dengan ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ menyatukan kita semua untuk menjaga keutuhan bangsa.” Sementara itu, Mama Hana, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina YPK, menegaskan bahwa “perayaan Natal Lintas Agama bukanlah yang pertama kali diadakan, karena sebelumnya rutin dilaksanakan setiap tahun di Gelora Pancasila. Tahun ini kembali digelar untuk mempererat tali persaudaraan antarumat dengan tujuan bahwa kasih Tuhan harus dirasakan dan dinikmati oleh semua orang”, jelas Mama Hana dengan penuh harap.Natal Lintas Agama di MDCMewakili pemerintah, Ibu Yayuk menyampaikan bahwa “perayaan Natal Persaudaraan Lintas Agama mendapat sambutan hangat dari pemerintah. Surabaya adalah rumah bersama, melalui Natal diharapkan damai sejahtera senantiasa hadir dalam hati, keluarga dan masyarakat. Natal bukan sekadar perayaan, melainkan momen untuk meneguhkan kembali kasih, pengorbanan dan harapan bagi semua”, jelasnya.Perayaan ditutup dengan nuansa kekeluargaan, di mana seluruh peserta menerima paket sembako sebagai wujud nyata bahwa kasih tidak berhenti pada kata-kata, melainkan diwujudkan dalam tindakan peduli terhadap sesama. Semoga damai Natal menyertai kita semua. Amin! (MH)