Gubernur Khofifah Buka Gala Premiere “Jangan Buang Ibu”: Mama Hana Terima Penghargaan Wanita Inspiratif Jawa Timur
Jumat, 19 Juni 2026, menjadi momen penuh haru dan kebanggaan di Pakuwon Mall Surabaya. Di tengah kemeriahan Gala Premiere film
‘Jangan Buang Ibu’, Dr. Hana Amalia Vandayani—atau yang akrab disapa "Mama Hana", Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Kasih dan Taman Bhinneka, dianugerahi penghargaan sebagai Wanita Inspiratif Jawa Timur. Sosok keibuan yang penuh kasih ini telah mendedikasikan hidupnya untuk merangkul dan mengangkat martabat kaum marjinal yang kerap terlupakan.

Penghargaan ini merupakan refleksi nyata atas konsistensi dan ketulusan Mama Hana selama lebih dari 35 tahun memimpin Yayasan Pondok Kasih, serta melahirkan Taman Bhinneka Nusantara Creativity Center (NCC) sejak Mei 2025. Melalui Yayasan Pondok Kasih, sebuah oase sosial nonprofit, ia menghadirkan kehangatan Rumah Anak (Panti Asuhan) dan Rumah Wanula (Wanita Usia Lanjut); Pemenuhan Hak Sipil (PHS) yakni membantu menerbitkan lebih dari 175 ribu Akta Lahir, lebih dari 23 ribu Akta Nikah, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), puluhan ribu pasang Pernikahan Massal yang tersebar di 18 provinsi; pelatihan menjahit, bertani dan beternak bagi warga miskin supaya mandiri secara ekonomi; bantuan pendidikan; pendidikan formal KB-TK PAUD; pendidikan nonformal (Mobil Pintar, Kapal Pintar, Motor Pintar dan Rumah Baca) yang tersebar di Surabaya, Sumatera, Jakarta dan Tangerang, Bandung, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur serta Papua, yang melayani lebih dari 100 ribu anak pertahun; pelayanan Pembinaan Kerokhanian Warga Pemasyarakatan (WBP) di 17 penjara di Jawa Timur dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekali seminggu disejumlah komunitas termarjinalkan di Surabaya, Mama Hana juga membangun jembatan perdamaian melalui berbagai silaturahmi dan dialog atau forum lintas agama serta festival dan jambore pemuda tingkat regional, nasional hingga internasional, bersama ratusan universitas dan puluhan ribu mahasiswa, ia mempersiapkan generasi muda untuk menjadi agen pendamai, pemersatu dan perubahan bangsa. Semangat persatuan itu pun berwujud nyata di Taman Bhinneka, sebuah "Indonesia Kecil" di Surabaya yang mengintegrasikan edukasi pertanian urban seperti hidroponik dengan keindahan miniatur 7 Pustaka Lintas Agama dan 10 Rumah Adat Nusantara serta berbagai fasilitas edukasi dan kreativitas sarana pendukung lainnya seperti Kafe Nusantara, Kedai Kopi Satu Hati, Playground dan lain-lain.

Kehadiran Gubernur Jawa Timur, Ibu Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., yang membuka acara ini menambah kekhidmatan suasana. Keharuan kian terasa saat aktris utama Nirina Zubir membacakan puisi menyentuh bertajuk
"Aku Tidak Marah", disusul sambutan hangat dari
Founder Leo Pictures, Bapak Agung Saputra. Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Dermawan Suparsono,
Chairman & CEO PT. Sun Paper Source (SPS) selaku sponsor utama yang turut mendukung lahirnya karya sinema yang sarat pesan moral ini.

Dengan mata berkaca-kaca namun penuh ketegasan, Mama Hana menerima penghargaan tersebut bukan sebagai pencapaian pribadi, melainkan buah dari ketulusan dan kerja keras kolektif seluruh elemen yang menopang Pondok Kasih dan Taman Bhinneka. Ia mempersembahkan penghargaan ini sepenuhnya untuk warga Jawa Timur, khususnya masyarakat Surabaya. Bagi Mama Hana, trofi ini bukanlah simbol akhir dari sebuah kesuksesan, melainkan sebuah pengingat suci dan pemantik api semangat untuk tiada henti mengabdi, membawa kesejahteraan, serta merajut kedamaian bagi sesama.