Konferensi Dan Konsultasi Nasional 2024 “Transformasi Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045”

 

Gedung Abalove Industri, Jakarta Pusat, menjadi saksi sejarah dalam pelaksanaan Konferensi Dan Konsultasi Nasional 2024. Acara ini dihadiri oleh para pimpinan lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, yayasan, budayawan, pengacara serta pimpinan berbagai institusi pendidikan Kristen. Acara yang dilaksanakan pada Senin-Selasa, 3-4 Juni 2024 ini, dibuka langsung oleh Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia.

Konferensi yang berlangsung dua hari ini diisi oleh beberapa pembicara yang ahli dalam bidangnya, seperti: Mark Baliles, Ph.D. Irene Squiluci, M.Div., Dr. Jeff Hammond, Dr. Iman Santoso dan Prof. Dr. Ignatius Sutapa serta pembicara lainnya. Setiap pemateri berfokus pada bagaimana gereja (kekristenan) melakukan transformasi bangsa dan dunia melalui “7 Spheres” (tujuh bidang pelayanan: seni, bisnis, gereja, ekonomi, keluarga, pendidikan dan pemerintahan). Secara khusus, Mark Baliles, menyampaikan materi mengenai 5 langkah strategis dalam mentransformasi bangsa, yaitu: Rekrutmen, Pelatihan, Koneksi, Strategi, Eksekusi.

Selain bagian dari penyelenggara, Yayasan Pondok Kasih juga dipercaya sebagai narasumber diacara yang bergengsi ini. Bapak Drs. Johny R. M. Sirait, S.H. menyampaikan materi mengenai pelayanan Pemenuhan Hak Sipil (PHS) dan Pencerdasan Anak Bangsa (PAB), dan Sdr. Michael Pesik, B.A. menyampaikan materi mengenai Pemuda Agen, Pendamai, Pemersatu dan Perubahan Bangsa (PAP3B) dengan tema “Identitas”. Kedua bidang ini merupakan Program Nasional, telah dan akan terus dilakukan oleh Yayasan Pondok Kasih diseluruh Indonesia.

 

Sebagai tindaklanjut dari konferensi ini, setiap bidang pengabdian di atas akan melakukan pertemuan rutin untuk membentuk program yang akan dilaksanakan dibeberapa kota di Indonesia. Sebagai mitra pelayanan, Yayasan Pondok Kasih akan terlibat dalam bidang pendidikan, keluarga dan gereja. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi demi tercapainya Indonesia Emas 2045. (MH).

Related Posts