Hidup Yang Berdampak

 

“Awalnya terseok-seok, tapi saya bersyukur kepada Tuhan ternyata banyak teman-teman dan staf Yayasan Pondok Kasih yang mau membantu,” ujar Ibu Sri Rejeki, atau yang dikenal dengan Sri Bambang dalam komunitasnya.

 

Tahun 2000, pertama kali diajak oleh seorang teman untuk bergabung di komunitas Yayasan Pondok Kasih, Kendangsari. Ibu 4 anak ini memiliki keseharian mengurus rumah dan keluarganya. Saat masuk ke Pondok Kasih, anak-anaknya didaftarkan sekolah dan mendapat beasiswa. Ibu Sri Bambang mengikuti berbagai kegiatan dan pelatihan di Pondok Kasih. Mulai dari pelatihan memasak dan membuat gorengan, potong rambut dan rias pengantin, serta pelatihan pembuatan jamu. Melalui berbagai pelatihan yang diikuti, ia bisa berproses dan berusaha untuk membuka usaha kecil. Menjual jamu beras kencur dan kunyit asam dengan dibantu teman-teman serta Staf Pondok Kasih. Kegiatan yang diikuti membuatnya menjadi orang yang mampu berbicara di depan umum dan ingin terus berkarya untuk Tuhan.

 

Selain mengikuti berbagai pelatihan, ia mendapatkan pembinaan kerohanian dan mampu memberdayakan dirinya. Mengawali pelayanannya pada tahun 2006, Sri Bambang membantu orang-orang dalam komunitasnya untuk semakin dekat kepada Tuhan. Anggota komunitas yang awalnya hanya 5 orang dan sekarang berkembang menjadi 50 orang. (MH).

Related Posts